Tugas Pengantar Antrologi

1. Cara memindahkan personality seseorang atas tiga pilar, pengetahuan, perasaan dan naluri dalam tindakan manusia

Pengetahuan, merupakan unsur yang mengisi akal pikiran dan jiwa individu yang sadar, pengetahuan secara nyata terkandung dalam otaknya ada berbagai macam hal yang dialaminya melalui penerimaan panca indra

Perasaan, kesadaran individu mengandung berbagai macam “perasaan” jika seseorang pada suatu hari yang sedang kelaparan melihan iklan berupa makanan di televisi maka seolah-olah gambaran makana tersebut benar-benar nyata. Maka perasaan tersebut akan dihubungkan oleh akalnya dengan penggambaran lain yang timbul kembali sebagai ingata dalam kesadarannya.

Suatu perasaan yang selalu bersifat subjektif karena adanya unsur penilaian yang akan menimbulkan suatu kehendak dalam kesadaran seseorang.

Naluri, kesadaran manusia mengandung berbagai perasaan lain yang tidak ditimbulkan karena pengaruh pengetahuannya, melainkan karena sudah terkandung dalam organismanya dan khususnya dalam gennya sebagai naluri.

Dari penjelasan tersebut sudah tentu personality sesorang harus berpegang kepada tiga pilar yaitu pengetahuan, perasaan, dan naluri. Disamping itu diiringi dengan penguat yang mampu mendorong keinginan tersebut.

2. Contoh konkret memindahkan tiga wujud kebudayaan kedalam suatu masyarakat yaitu

Kebudayaanmerupakan pengetahuan yaitu penggabungan dari ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, yang menjadikan kebudayaan tersebut menjadi abstrak.

Berawal dari ide atau gagasan yang tadinya tidak dapat dilihat maka seseorang hendaknya penuangkan ide-ide tersebut kedalam sebuah tulisan agar orang lain dapt mengetahui apa saja gagasan yang telah kita pikirkan. Penuangan gagasan tersebut dapat dilihat pada tulisan yang mana tulisan tersebut nantinya akan dibaca oleh orang lain.

Adapun wujud dari kebudayaan dari yang dua tadi (ide dan aktivitas) adalah benda-benda yang berwujud(artefak), benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata,

Dalam kenyataannya kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu dengan yang lain tidak dapat dipisahkan.

Adapun contoh-contoh nyatanya yaitu sebagai berikut :

-         contoh fisik ,seperti bangunan yang berupa candi-candi, mesjid dan apapun itu yang dapat dilihat dan diraba.. karena semua yang dibuat manusia bersipat konkrit dan dapat diraba .

3. Memaknai konsep migrasi, akulturasi dan asimilasi dalam masyarakat Banjar

Konsep Migrasi merupakan sutu proses perpindahan dari suatu tempat ketempat yang lain yang diikuti dengan perpindahan kebudayaan dari tempat asal ketempat yang baru. Proses perpindahan itu biasany memerlukan waktu yang lama yang biasanya tidak disadari oleh pelaku migrasi. Walaupun ada juga migrasi yang dilakukan secara mendadak dan tanpa persiapan misalnya saja karena terjadinya bencana alam. Karena migrasi maka terjadilah penyebaran kebudayaan.

Akulturasi merupakan suatu proses yang terjadi pada masyarakat yang merasakan baik secara langsung maupun tidak langsung penggabungan dua kebudayaan yang berbeda. Konsep Akulturasi yang merupakan suatu hal yang tidak dapat dipungkiri sebagai suatu hal yang memiliki sifat khusus ketika baru timbul kebudayaan baru di Eropa Barat mulai menyebar kesemua daerah lain dimuka bumi semenjak abad ke-15.

Asimilasi mnerupakan Proses sosial yang timbul bila ada golongan-golongan manusia dengan latar kebudayaan yang berbeda-beda. Karena berbeda-beda maka saling bergaul langsung secara intensif untuk waktu yang lama, sehingga kebudayaan antar golongan masing-masing berubah sifatnya yang khas dan menciptakan kebudayaan campuran. Yang nantinya akan menciptakan kebudayaan.

4. Kekayaan sumber daya alam tidak menjadikan masyarakat mendapatkan tingkat kemakmuran yang tidak memadai.

Indonesia sebenarnya memiliki kekayaan yang sangat melimpah. Namun mengapa tingkat kemakmuran di negara kita termasuk di dalam level hampir terendah di dunia, hal tersebut terjadi karena kurangnya kesadaran kalau sebenarnya kita ini kaya. Tak dapat dipungkiri negara kita kualitas sumber daya manusianya sangat kurang. Kita tidak mampu memanfaatkan kekayaan yang telah alam limp[ahkam terhadap nagara kita. Aplah artinya kekayaan alam kalau orang-orangnya tidak mampu memanfaatkan. Hal ini hanya akan menjadi sasaran empuk para pemodal asing saja.

5. Menurut kajian kebudayaan penyebab pokok para guru susah melakukan penemuan-penemuan serta penerapan penemuan-penemuan baru dalam pembaharuan pendidikan dikarenakan.

Inovasi dan Penemuan.

Inovasi merupakan proses pembaruan dari penggunaan sumber-sumber alam, energi dan modal, pengaturan baru dari tenaga kerja dan penggunaan teknologi baru yang semua akan menyebabkan adanya sistem produksi, dan dibuatnya produk-produk baru. Proses inovasi sangat erat kaitannya dengan teknologi dan ekonomi. Dalam suatu penemuan baru biasanya membutuhkan proses sosial yang panjang dan melalui dua tahap khusus yaitu discovery dan invention. Penemuan atau Discovery merupakan penemian dari suatu unsur suatu alat baru, ide baru, yang diciptakan oleh guru atau suatu rangkaian dari beberapa guru dalam masyarakat yang bersangkutan. Discovery baru menjadi invention apabila masyarakat sudah mengakui, menerima, dan menerapkan penemuan baru itu.

Hal itulah yang menyababkan susahnya melakukan penerapan-penerapan baru oleh guru.

Komentar bertahan »

SISTEM PERTANIAN

Masyarakat Banjar memiliki beragam sistem mata pengcaharian, salah satunya ialah bercocok tanam atau system pertanian. Sistem pertanian masyarakat Banjar terbagi menjadi tiga macam, yaitu, ladang di gunung, persawahan, dan perkebunan.

A. Ladang di gunung

1. Ladang Tegalan atau Bahuma Gunung

Ladang tegalan atau yang biasa disebut dengan bahuma gunung ialah sistem pertanian yang hanya terdapat di dataran tinggi atau di daerah pengunungan. Ladang tegalan merupakan sistem pertanian yang berpindah-pindah lokasi atau area penanaman padi. Lahan yang telah dibuka akan digarap atau ditanami padi dan dipanen, namun jika area tersebut sudah dirasa tidak memiliki tingkat kesuburan lagi, maka area itu akan ditinggalkan, dan akan dicari lagi lahan baru yang akan siap untuk digarap. Akan tetapi lahan yang ditinggalkan karena sudah tidak subur tadi tidak dibiarkan begitu saja. Lahan tersebut akan kembali digarap setelah lima tahun atau sekurang-kurangnya tiga tahun atau tiga kali masa panen agar tingkat kesuburan tanahnya kembali lagi.

Lahan tegalan dibuka dengan cara membakar area hutan, atau lahan yang akan ditanami bibit padi. Cara ini dilakukan satu tahun sekali dengan melihat musim. Hanya pada musim kemarau saja dilakukan pembakaran hutan. Membuka disini dengan cara membabat, meratakan semak belukar atau batabang. Kemudain tebangan semak belukar tersebut langsung dibakar atau masyarakat Banjar biasanya menyebutkan dengan kata disalukut. Setelah lahan sudah jadi baru kemudian lahan tersebut ditananmi bibit-bibit padi. Bibit padi yang biasanya dipilih dalam penanaman di lading tegalan ialah mainai atau si buyung. Jenis padi ini sangat harum jika dimasak.

Ladang tegalan atau bahuma gunung dikerjakan oleh masyarakat suku bukit atau dayak bukit dan suku Banjar yang tinggal di daaerah dataran tinggi, khususnya di pengunungan Meratus.

2. Ladang Kacang Tanah di Gunung atau Bakacang.

Bakacang atau berladang kacang tanah di gunung dilakukan oleh suku Banjar di kecamatan Piani kabupaten Tapin. Seluruh area perkebunan diisi penuh dengan tumbuhan kacang tanah. Hasil dari penanaman tesebut dijual di pasr-pasar daerah Kalimantan selatan. Kacang tanah ini disebut dengan Kacang Rantau.

B. Persawahan.

Sistem persawahan masyarakat Banjar ada yang dilakukan di dataran rendah dan ada yang dilakukan di dataran tinggi.

1. Sawah di Dataran Rendah.

Sawah didataran rendah biasanya dilakukan oleh masyarakat yang berda di sekiatr aliran sungai besar, seperti sungai Barito, sungai Bahan, sungai Negara dan lain-lain.

a. Sawah Tahun.

Sawah tahun di dalm istilah lokalnya disebut dengan bahuma tahun. Istilah bahuma tahun diberikan karena proses penanaamannya adalah satu tahun lamanya. Sebagian besar proses pengerjaannya dilakukan pada musim penghujan atau barat banyu. Pada sawah tahun ini penanaman padi dilakukan pada musim oenghujan dan proses pemanenannya dilakukan pada musim kemarau.

Bibit padi yang ditanam ialah bibit bayar kuning dan bibit bayar putih, namun sekarang bibit ynag banyak dipakai ialah siam, karang dukuh, unus, pandak dan sebagainya.

b. Bahuma Surung.

Dinamakan bahuma surung karena padi ditanam saat musim kemarau dan dipanen saat musim penghujan.

Proses pengerjaaan bahuma surung ini ialah dengan membakar rumput-rumput yang ada didataran rendah layaknya pengerjaan yang dilakukan di ladang tegalan.

Bibit padi yang dilakukan ialah benih pudak, uluran, ruden jawa. Daerah persawahan ini terdapat di kabupaten Tapin di kecamatan Candi Laras selatan dan Tapin tengah.

c. Bahuma Rintak.

Baguma rintak didapat dari waktu pengerjaan sawah ini, yaiatu bibit padi ditanam menjelang musim kemarau dan panennya juga pada saat musim kemarau, atau masyarakat Bnajar menyebutnya dengan sebutan ketika banyu marintak.

Cara pengerjaan atau penggarapannya melalui proses penyemaian benih padi, dan kalu perlu dilambak agar mudah ditanam.

Bibit padi yang ditanam sama dengan bibit padi bahuma surung, yaitu banih pudak yang umurnya enam bulan sejak ditanam hingga selesai dipanen.

Daerah persawahannya terdapat di kabupaten Tapin, yaitu kecamatan Candi Laras utara.

d. Bahuma Gadabung.

Proses p[engerjaan atau penggarapannya sama dengan proses penggarapan sawah tahun. Perbedaaannya hanyalah terletak pada bibit yang ditanam, yaitu banih gadabung yang umurnya sembilan bulan sejak penanaman sampai panennya. Namun sekarang bahuma gadabung tidak lagi dikerjakan.

e. Bahuma Panyambung.

Bahuma panyambung dilakukan jika terjadi musim hujan yang lama, sehingga bibit padi tidak bisa disemai dan ddibesarkankarena sawah digenangi air yang terlalu dalam.

Istilah panyambung ini yaitu untuk menyambung waktu yang tersisa pada bahuma tahun akibat dalamnya air yang terlalu dalm menggenang sawah tersebut. Jenis padi yang ditanm ialah banih pidak.

2. Sawah di Dataran tinggi.

Sawah di dataran tinggi sama saja dengan sawah yang da di dataran rendah, baik bibit padinya maupun proses pengerjaannya. Sawah ini termasuk sawah tahun. Perbedaannya hanya terdapat pada sebagian alat kerjanya dan cara membersihkan sawahnya. Pada sawah di dataran rendah alat yang digunakanuntuk membabat rumput alah tajak bulan atau tajak yang maaatanya seperti bulan sabit, yang tajamnya berada di bagian cenbungnya.

Pada sawah dataran tinggitidak terdapat air pasang dan air surut, oleh karena itu rumput tidak merusak padi yang ditanam, malah berfungsi sebagai pupuk.

3 Sawah di Daerah Rawa pada musim kemarau.

a. Bahuma gumbil.

Bahuma gumbili merupakan mata pemcaharian masyarakat di daerah Negara, kabupaten hulu sungai selatan.

Pada musim kemarau gumbili atau ubi jalar ditanam di rawa dan menjelang musimpenghujan, gumbili itu dipanenkan dan dipasarkan. Jenis gumbili ini ada dua macam yaitu kiai lama dan kiai baru.

b. Bahuma Sumangka, Bahuma Waluh, dan Bahuma Jagung.

Pekerjaan ini dilakukan secara turun temurun oleh petani di daerah rawa di Negara. Pekerjaan ini sama saja dengan petani sawah, rutin dikerjakan setiapo tahun pada musim kemarau di daerah rawa. Hasinya langsung dipasarkan dan sebagian disimpan oleh mereka.

C. Perkebunan.

Perkebunan disini terbagi menjadi dua, yaitu perkebunan di dataran rendah dan perkebunan di dareh tinggi.

\

1.Kebun di Daerah Rendah.

a.Kebun Rumbia.

Rumbia ditanam di daerah rendah dan dialiri oleh sungai besar ataupun anak sungai. Rumbia ini diperkebunkan secara turun temurun sejak dulu sampai sekarangdi daerah Margasari, kabupaten Tapin.

b. Bahuma Nyiur atau kebun Kelapa.

Kebun nyiur banyak tedapat di dataran rendah pantai dengan menggunakan tanggul atau galangan dan parit-parit berupa jalur untuk membawa buah yang dipetik yang kemudian dihanyutkan di parit-parit terfsebut. Perkebunan ini banyak terdapat di kabupaten Barito Kuala, daerah Pagatan, daerah pantai Takisung dan sebagainya.

2. Kebun di Datarn Tinggi.

a. Kebun Buah-buahan bermusim.

Buah-buahan ynag ditanam antara lain durian, cempedak(tiwadak), rambutan, pampakin, duku(langsat), dan rambai. Daerah pangjhasil buah-buahan te5rsebut ialah hulu sungai selatan, Tapin, Tabalong, Baaaaaaalangan, TAnah Laut, dan hulu sungai tengah.

b.Kebun Karey atau Kebun Gatah

Hampir diseluruh dataran tinggi di kalimnatan selatan memiliki kebun karet, naamun sekarang sanagat sedikit gudang-gudang asap untuk pengeringan karet karena sekarang digantikan oleh perusahaan yang lebih manggunakan tenaga listrik.

c. Kebun Pisang.

Kebun pisang banyak banyak terdapat di daerah pagunungan Meratus. Jenis pisang yang ditanam ialah piasng talas, pisang manurun, pisang pulau laut, pisang mahuli, serta pisang awa. Kebun pisang banyak terdapat di daerah Balangan.

d. Kebun Paring atau Kebun Bambu.

Daerah tumbuhnya sangat dekat, jadi biasanya kebun bambu seperti hutan. Jenis-jenis bambu yang ada seperti paring, batung, haur, dan tamiyang. Bambu berguna sebagai alat pancingan urang Banjar, dan alat untuk menbuat rakit.

e. Kebun Hanau atau Enau.

Penyadapan enau merupakan mata pancaharian masyarakat tambahan dan air nira yang diambil diproses menjadi gula aren. Enau ditanam tidak berkelompok, tapi menyebar sesuai dengai kehendak pemiliknya.

f. Kebun Lurus.

Lurus merupakan sejenis kayu yang dapat dijadikan bahan baku untuk membuat meubel atau perabot rumah tangga.

Komentar (2) »

ARIES

Jangan suka ngomongin orang di belakangnya lho. Karena cepat atau lambat, orang tersebut bakal tahu. Dan hal ini juga yang mungkin terjadi padamu hari ini. Tentu saja kamu jadi salahtingkah saat orang tersebut menanyakan langsung padamu. Jadikan ini sebagai pelajaran berharga.

Kesehatan: Makan harus lebih diperhatikan.
Keuangan: Perlu berhati-hati saat belanja.
Asmara: Belum ada pertanda yang jelas.
Kepribadian: Di saat semangat, kamu perlu meyakinkan diri apa yang ingin dicapai, biar semangat ngga cepat pudar.

Komentar bertahan »

Apa Sich Bedanya Siswa Sama Mahasiswa?

Apa sich bedanya siswa sama mahasiswa?? ya jelas beda lah… siswa adalah pelajar yang masih sangat memerlukan guru dalam proses belajar mengajar. Ibaratnya disini guru sangatlah berperan aktif dalam memberikan materi atau bahan-bahan pembelajaran. Biasanya siswa akan mencatat apapun yang diberikan oleh guru. Guru seakan-akan dianggap selalu benar.

Sobat,,kita ini bukan lagi seorang siswa. Kita ini adalah mahasiswa. . Maha…Maha, sobat. Maha itukan artinya tinggi, agung.  jadi karena kita adlah seorang mahasiswa maka hendaknya bersifatlah selayaknya mahasiswa. jangan lagi nenuntut dosen yang harus selalu “menyuapi” materi/ atau bahan kuliah, harusnya kita sendiri yang aktif. Sering-sering berkunjung ke perpustakaan, serinh-sering membaca buku. Itu kan untuk kita sendiri.selain itu janganlah kita mempunyai sikap layaknya seorang siswa, bahkan bisa lebih jelek lagi.  Misalnya saja, sehabis keluar ruangan. atau sehabis kuliah, duh…ributnya minta ampun. Engga merasa yach kalau hal itu bisa mengganggu orang lain yang sedang kuliah di ruang sebelah.

Nah sobat, coba deh kita sama-sama belajar berbenah diri. Jangan lagi seperti anak-anak. Kita kan sudah dewasa. saatnya berfikir untuk masa depan.

Komentar (5) »

“Kampus atau Pasar”

Kampus marupakan tempat untuk mengasah otak, mencari ilmu dan memperluas wawasan. Karena kampus sangat penting dan berfungsi sebagai sarana untuk mencari ilmu, maka sangat diharapkan kampus itu memiliki suasana yang tenang, agar mahasiswa dqpat berkonsentrasi saat mempelajari sesuatu.

Akan tetepi, coba kita lihat lagi FKIP Unlam…Lha,,memangnya kenapa?? disana mahasiswanya bejibun alias buanyak buanget. Dan kalau mahasiswa tersebut keluar dari ruangan karena sudah selesai jam perkuliahan, kesan yang didapat rame banget seperti pasar aja. Belum lagi membahas jam perkuliahan yang sekarang sudah diterapkan jam 07.30.heee…seperti anak-anak SD,SMP,SMA.

Kalau dilihat dari perkembangan zaman, memang hal ini bagus, karena menunjukan besarnya minat orang-orang untuk memeperoleh pendidikan yang lebih tinggi.

Namun,banyaknya mahasiswa tidaklah menjadi jaminan ikalau pendidikan tersebut mencapai level sempurna. bukankah yang menentukan bukanlah kuantitas, tetepi kualitas. Kan semakin banyaknya mahasiswa berarti dosen-dosen yang dibutuhkan harus bertambah banyak pula. Tapi di FKIP ini tidak,. kenyataan yang dapat dilihat ialah, mahasiswa melimpah, ruangan tidak mencukupi, dan dosen-dosen kewalahan memberi materi.

Uppss,, bicara memang mudah, tapi setidaknya itulah yang sekarang ada di benakku.

Komentar bertahan »

PeRKeNaLaN DaRi AkU

Hello…Nama aku Rina. Sering-sering berkunjung ke Blog aku yach….

thanks.

Komentar bertahan »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.