SISTEM PERTANIAN

Masyarakat Banjar memiliki beragam sistem mata pengcaharian, salah satunya ialah bercocok tanam atau system pertanian. Sistem pertanian masyarakat Banjar terbagi menjadi tiga macam, yaitu, ladang di gunung, persawahan, dan perkebunan.

A. Ladang di gunung

1. Ladang Tegalan atau Bahuma Gunung

Ladang tegalan atau yang biasa disebut dengan bahuma gunung ialah sistem pertanian yang hanya terdapat di dataran tinggi atau di daerah pengunungan. Ladang tegalan merupakan sistem pertanian yang berpindah-pindah lokasi atau area penanaman padi. Lahan yang telah dibuka akan digarap atau ditanami padi dan dipanen, namun jika area tersebut sudah dirasa tidak memiliki tingkat kesuburan lagi, maka area itu akan ditinggalkan, dan akan dicari lagi lahan baru yang akan siap untuk digarap. Akan tetapi lahan yang ditinggalkan karena sudah tidak subur tadi tidak dibiarkan begitu saja. Lahan tersebut akan kembali digarap setelah lima tahun atau sekurang-kurangnya tiga tahun atau tiga kali masa panen agar tingkat kesuburan tanahnya kembali lagi.

Lahan tegalan dibuka dengan cara membakar area hutan, atau lahan yang akan ditanami bibit padi. Cara ini dilakukan satu tahun sekali dengan melihat musim. Hanya pada musim kemarau saja dilakukan pembakaran hutan. Membuka disini dengan cara membabat, meratakan semak belukar atau batabang. Kemudain tebangan semak belukar tersebut langsung dibakar atau masyarakat Banjar biasanya menyebutkan dengan kata disalukut. Setelah lahan sudah jadi baru kemudian lahan tersebut ditananmi bibit-bibit padi. Bibit padi yang biasanya dipilih dalam penanaman di lading tegalan ialah mainai atau si buyung. Jenis padi ini sangat harum jika dimasak.

Ladang tegalan atau bahuma gunung dikerjakan oleh masyarakat suku bukit atau dayak bukit dan suku Banjar yang tinggal di daaerah dataran tinggi, khususnya di pengunungan Meratus.

2. Ladang Kacang Tanah di Gunung atau Bakacang.

Bakacang atau berladang kacang tanah di gunung dilakukan oleh suku Banjar di kecamatan Piani kabupaten Tapin. Seluruh area perkebunan diisi penuh dengan tumbuhan kacang tanah. Hasil dari penanaman tesebut dijual di pasr-pasar daerah Kalimantan selatan. Kacang tanah ini disebut dengan Kacang Rantau.

B. Persawahan.

Sistem persawahan masyarakat Banjar ada yang dilakukan di dataran rendah dan ada yang dilakukan di dataran tinggi.

1. Sawah di Dataran Rendah.

Sawah didataran rendah biasanya dilakukan oleh masyarakat yang berda di sekiatr aliran sungai besar, seperti sungai Barito, sungai Bahan, sungai Negara dan lain-lain.

a. Sawah Tahun.

Sawah tahun di dalm istilah lokalnya disebut dengan bahuma tahun. Istilah bahuma tahun diberikan karena proses penanaamannya adalah satu tahun lamanya. Sebagian besar proses pengerjaannya dilakukan pada musim penghujan atau barat banyu. Pada sawah tahun ini penanaman padi dilakukan pada musim oenghujan dan proses pemanenannya dilakukan pada musim kemarau.

Bibit padi yang ditanam ialah bibit bayar kuning dan bibit bayar putih, namun sekarang bibit ynag banyak dipakai ialah siam, karang dukuh, unus, pandak dan sebagainya.

b. Bahuma Surung.

Dinamakan bahuma surung karena padi ditanam saat musim kemarau dan dipanen saat musim penghujan.

Proses pengerjaaan bahuma surung ini ialah dengan membakar rumput-rumput yang ada didataran rendah layaknya pengerjaan yang dilakukan di ladang tegalan.

Bibit padi yang dilakukan ialah benih pudak, uluran, ruden jawa. Daerah persawahan ini terdapat di kabupaten Tapin di kecamatan Candi Laras selatan dan Tapin tengah.

c. Bahuma Rintak.

Baguma rintak didapat dari waktu pengerjaan sawah ini, yaiatu bibit padi ditanam menjelang musim kemarau dan panennya juga pada saat musim kemarau, atau masyarakat Bnajar menyebutnya dengan sebutan ketika banyu marintak.

Cara pengerjaan atau penggarapannya melalui proses penyemaian benih padi, dan kalu perlu dilambak agar mudah ditanam.

Bibit padi yang ditanam sama dengan bibit padi bahuma surung, yaitu banih pudak yang umurnya enam bulan sejak ditanam hingga selesai dipanen.

Daerah persawahannya terdapat di kabupaten Tapin, yaitu kecamatan Candi Laras utara.

d. Bahuma Gadabung.

Proses p[engerjaan atau penggarapannya sama dengan proses penggarapan sawah tahun. Perbedaaannya hanyalah terletak pada bibit yang ditanam, yaitu banih gadabung yang umurnya sembilan bulan sejak penanaman sampai panennya. Namun sekarang bahuma gadabung tidak lagi dikerjakan.

e. Bahuma Panyambung.

Bahuma panyambung dilakukan jika terjadi musim hujan yang lama, sehingga bibit padi tidak bisa disemai dan ddibesarkankarena sawah digenangi air yang terlalu dalam.

Istilah panyambung ini yaitu untuk menyambung waktu yang tersisa pada bahuma tahun akibat dalamnya air yang terlalu dalm menggenang sawah tersebut. Jenis padi yang ditanm ialah banih pidak.

2. Sawah di Dataran tinggi.

Sawah di dataran tinggi sama saja dengan sawah yang da di dataran rendah, baik bibit padinya maupun proses pengerjaannya. Sawah ini termasuk sawah tahun. Perbedaannya hanya terdapat pada sebagian alat kerjanya dan cara membersihkan sawahnya. Pada sawah di dataran rendah alat yang digunakanuntuk membabat rumput alah tajak bulan atau tajak yang maaatanya seperti bulan sabit, yang tajamnya berada di bagian cenbungnya.

Pada sawah dataran tinggitidak terdapat air pasang dan air surut, oleh karena itu rumput tidak merusak padi yang ditanam, malah berfungsi sebagai pupuk.

3 Sawah di Daerah Rawa pada musim kemarau.

a. Bahuma gumbil.

Bahuma gumbili merupakan mata pemcaharian masyarakat di daerah Negara, kabupaten hulu sungai selatan.

Pada musim kemarau gumbili atau ubi jalar ditanam di rawa dan menjelang musimpenghujan, gumbili itu dipanenkan dan dipasarkan. Jenis gumbili ini ada dua macam yaitu kiai lama dan kiai baru.

b. Bahuma Sumangka, Bahuma Waluh, dan Bahuma Jagung.

Pekerjaan ini dilakukan secara turun temurun oleh petani di daerah rawa di Negara. Pekerjaan ini sama saja dengan petani sawah, rutin dikerjakan setiapo tahun pada musim kemarau di daerah rawa. Hasinya langsung dipasarkan dan sebagian disimpan oleh mereka.

C. Perkebunan.

Perkebunan disini terbagi menjadi dua, yaitu perkebunan di dataran rendah dan perkebunan di dareh tinggi.

\

1.Kebun di Daerah Rendah.

a.Kebun Rumbia.

Rumbia ditanam di daerah rendah dan dialiri oleh sungai besar ataupun anak sungai. Rumbia ini diperkebunkan secara turun temurun sejak dulu sampai sekarangdi daerah Margasari, kabupaten Tapin.

b. Bahuma Nyiur atau kebun Kelapa.

Kebun nyiur banyak tedapat di dataran rendah pantai dengan menggunakan tanggul atau galangan dan parit-parit berupa jalur untuk membawa buah yang dipetik yang kemudian dihanyutkan di parit-parit terfsebut. Perkebunan ini banyak terdapat di kabupaten Barito Kuala, daerah Pagatan, daerah pantai Takisung dan sebagainya.

2. Kebun di Datarn Tinggi.

a. Kebun Buah-buahan bermusim.

Buah-buahan ynag ditanam antara lain durian, cempedak(tiwadak), rambutan, pampakin, duku(langsat), dan rambai. Daerah pangjhasil buah-buahan te5rsebut ialah hulu sungai selatan, Tapin, Tabalong, Baaaaaaalangan, TAnah Laut, dan hulu sungai tengah.

b.Kebun Karey atau Kebun Gatah

Hampir diseluruh dataran tinggi di kalimnatan selatan memiliki kebun karet, naamun sekarang sanagat sedikit gudang-gudang asap untuk pengeringan karet karena sekarang digantikan oleh perusahaan yang lebih manggunakan tenaga listrik.

c. Kebun Pisang.

Kebun pisang banyak banyak terdapat di daerah pagunungan Meratus. Jenis pisang yang ditanam ialah piasng talas, pisang manurun, pisang pulau laut, pisang mahuli, serta pisang awa. Kebun pisang banyak terdapat di daerah Balangan.

d. Kebun Paring atau Kebun Bambu.

Daerah tumbuhnya sangat dekat, jadi biasanya kebun bambu seperti hutan. Jenis-jenis bambu yang ada seperti paring, batung, haur, dan tamiyang. Bambu berguna sebagai alat pancingan urang Banjar, dan alat untuk menbuat rakit.

e. Kebun Hanau atau Enau.

Penyadapan enau merupakan mata pancaharian masyarakat tambahan dan air nira yang diambil diproses menjadi gula aren. Enau ditanam tidak berkelompok, tapi menyebar sesuai dengai kehendak pemiliknya.

f. Kebun Lurus.

Lurus merupakan sejenis kayu yang dapat dijadikan bahan baku untuk membuat meubel atau perabot rumah tangga.

About these ads

2 Tanggapan so far »

  1. 2

    Toto berkata,

    haha jangan ketinggalan sumbernya ka ^^


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: